Diet Berbahaya
Diet Berbahaya

3 Kebiasaan Diet Berbahaya yang Sebabkan Masalah Pencernaan, Gejala Awalnya Mual dan Muntah

Bagi kebanyakan orang, diet untuk menurunkan berat badan sungguh sangat menyiksa dan berat untuk dilakukan. Rasa lapar sepanjang hari jelas merupakan tantangan yang harus dihadapi. Namun ternyata bukan hanya itu masalah yang akan dihadapi oarang yang sedang menjalani program diet sehat.

Beberapa langkah diet yang salah sering dilakukan banyak orang sehingga justru mengganggu kesehatan tubuh. Salah satu sistem tubuh yang sering terganggu ketika seseorang menjalankan program diet adalah sistem pencernaan.

Gangguan sistem pencernaan yang terjadi saat menjalankan diet tentu harus dicari akar penyebabnya. Beberapa tanda atau gejala awal saat diet Anda sudah menyebabkan masalah pada sistem pencernaan adalah sendawa, kembung, mual dan muntah. Jika tidak cepat diatasi, tentu hal itu akan mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Berikut ini adalah kebiasaan diet berbahaya yang banyak sebabkan banyak masalah pencernaan:

  • Mengurangi secara drastis konsumsi serat

Kebanyakan orang yang melakukan diet akan mengurangi porsi makan tanpa memperhatikan asupan yang diperlukan oleh tubuh, termasuk serat. Kebutuhan serat dalam tubuh adalah sekitar 30 gram serat setiap hari, dimana orang yang sedang menjalani program diet sehat dan mengurangi jatah makannya sering kali mengkonsumsi serat jauh dibawah angka kebutuhan serat harian tersebut.

Solusi terbaik dalam masalah ini adalah mengkonsumsi makanan kaya serat rendah kalori seperti buah-buahan dan sayur-sayuran secukupnya agar kebutuhan serat harian tetap terjaga.

  • Terlalu Banyak Konsumsi Serat

Berbanding terbalik dengan poin sebelumnya, mengkonsumsi serat secara berlebihan dan tiba-tiba pun dapat memberikan efek buruk pada sistem pencernaan.

Makanan serat sejatinya susah untuk dicerna, hal ini menjadikan makanan kaya serat sangat digemari oleh orang yang menjalankan diet, karena akan memberikan sensasi kenyang yang lebih lama. Namun mengkonsumsinya secara berlebihan dan tiba-tiba juga akan berdampak buruk bagi kesehatan.

BACA JUGA:  Ternyata Ini 5 Tanda Hilangnya Massa Otot

Makan berserat dapat terbagi menjadi dua bagian, serat larut yang banyak terdapat dalam kacang-kacangan, kubis, pisang dan apel dan serat tak larut yang banyak terdapat dalam umbi-umbian seperti wortel. Serat larut menarik air sehingga membentuk gel dan memperlambat proses pencernaan makanan, sedangkan serat tak larut adalah serat yang tidak menarik air sehingga akan mempercepat pencernaan makanan.

Terlalu banyak satu jenis serat tersebut secara tiba-tiba dalam tubuh akan menimbulkan berbagai masalah seperti diare, sembelit dan perut kembung.

Solusi bagi permasalahan ini adalah menyeimbangkan konsumsi antara serat larut dan tak larut dan konsumsilah secara bertahap.

  • Mengkonsumsi Produk Olahan Diet

Banyak produk makanan dan minuman olahan yang mengklaim ramah terhadap orang yang sedang menjalani program diet sehat dengan kalori yang rendah seperti minuman soda dan minuman bernergi bahkan produk es krim. Para pelaku diet pun berbondong-bondong beralih ke produk-produk itu dengan tujuan untuk dapat tetap menikmati makanan manis tanpa penambahan kalori.

Namun yang tidak disadari oleh kebanyakan orang adalah dalam produk-produk olahan tersebut mengandung pemanis buatan untuk mengakali pengurangan kalori.

Pemanis buatan tersebut tidak diserap secara utuh oleh tubuh dan dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan seperti perut kembung dan diare.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here