4 Bahan Makanan yang Ahli Nutrisi Tidak Anjurkan saat Menjalani Program Diet Sehat
4 Bahan Makanan yang Ahli Nutrisi Tidak Anjurkan saat Menjalani Program Diet Sehat

4 Bahan Makanan yang Ahli Nutrisi Tidak Anjurkan saat Menjalani Program Diet Sehat

Diet dalam rangka menurunkan berat badan kerap diidentikkan dengan pembatasan porsi makan. Beberapa orang bahkan mengurangi jumlah makannya hanya menjadi dua kali sehari. Beberapa orang lagi bahkan melakukan metode puasa secara teratur untuk mendapatkan penurunan berat badan.

Namun banyak dari pelaku diet yang tetap kesulitan dalam menurunkan berat badan walau porsi dan jumlah makanan dikurangi. Hal ini kebanyakan disebabkan oleh faktor pemilihan bahan makanan yang salah dan ketidakdisiplinan menjaga pola makan.

Ada beberapa bahan makanan yang sangat tidak dianjurkan oleh ahli nutrisi untuk dikonsumsi saat menjalani program diet sehat. Makanan ini di samping menggagalkan diet yang sudah diprogram juga dapat merusak kesehatan secara keseluruhan.

Berikut ini adalah 4 bahan makanan yang dijadikan pantangan saat menjalani program diet sehat untuk menurunkan berat badan.

  1. Makanan Diet Olahan

Dewasa ini banyak perusahaan pengolahan makanan yang memproduksi makanan dalam kemasan khusus untuk orang yang menjalani program diet sehat menurunkan berat badan. Menurut Amanda Hamilton, seorang ahli nutrisi, produk makanan tersebut kebanyakan melalui proses penambahan pemanis buatan atau mengurangi lemak dengan cara kimia.

Menurut Amanda, bahan makanan untuk diet terbaik adalah makanan yang alami dan sebisa mungkin tidak melalui proses dari pabrik.

  1. Minuman Mengandung Gula Tinggi

Selain makanan dalam kemasan, kini terdapat banyak sekali minuman dalam kemasan yang mengandung gula seperti soda dan minuman berenergi. Namun efek penambahan berbagai pemanis, kafein dan penguat rasa di berbagai produk minuman itu sama sekali tidak bagus untuk diet dan kesehatan secara keseluruhan.

Banyak orang menjalani program diet sehat yang membatasi makan namun di sela-sela kesibukannya mengkonsumsi produk minuman olahan yang mengandung gula tinggi mengalami kegagalan dalm dietnya.

  1. Saus Tomat Olahan
BACA JUGA:  6 Tips Menjaga Kolesterol Stabil Saat Konsumsi Daging Qurban Idul Adha 2018

Satu lagi produk olahan yang pada umumnya berdampak buruk pada diet dan kesehatan adalah saus tomat atau saus sambal dalam kemasan. Saat ini berbagai macam produk saus tomat dan saus sambal dalam kemasan membanjiri pasar tanpa diketahui komposisinya.

Produk saus tomat dan saus sambal disinyalir menggunakan penguat rasa dan pemanis yang berlebihan. Hal ini menyebabkan kalori yang terkandung dalam gula dan elemen lain di produk saus tomat dan saus sambal menambah jumlah kalori dalam makanan tanpa disadari. Biasanya para pelaku diet hanya menghitung kalori makanan pokok yang dimakan, tanpa turut menghitung kalori saus tomat atau saus sambal olahan yang dikonsumsi secara berlebihan. Padahal justru produk tersebut yang mempunyai andil besar dalam penambahan kalori saat makan.

Jika tetap ingin menggunakan saus tomat, sebaiknya mengolah sendiri saus tomat dengan bahan alami seperti tomat segar, gula dan garam secukupnya. Selain terjamin kebersihannya, kita juga dapat menghitung kadar kalori komposisi saus tomat yang diracik sendiri.

  1. Produk Daging Olahan

Produk daging olahan yang tersedia di pasaran beraneka ragam, dari salami, sosis hotdog, dan lain sebagainya. Produk daging olahan yang beredar dipasaran itupun kerap sudah diberikan penguat rasa dan berbagai zat pengawet, pewarna serta gula atau garam berlebih. Jumlah kalori yang terdapat dalam produk daging olahan itupun tidak dapat dipastikan seperti halnya saat mengkonsumsi daging segar.

Jika masih ingn menikmati sosis ataupun produk daging olahan lainnya, ada baiknya membuat sendiri dengan bahan baku daging segar dengan tambahan sedikit garam atau gula.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here